Pertanyaan Hidup

Assalamualaikum...

Buat apa sih kita hidup di dunia ini??
Buat apa sih kita harus susah payah bertahan hidup di dunia ini??
Buat apa kita harus beribadah dan selalu menyembah Alloh di setiap hembusan nafas kita??
Buat apa kita melakukan paket kombo gabungan dari pertanyaan di atas??

Pertanyaan yang sering muncul saat kita mulai mengalami transformasi dari remaja menuju dewasa.
Saat dimana kita berusaha mencari jati diri dan makna dari kita ada di dunia ini.

Ada orang yang peka dan mulai bisa menata hidup saat pertanyaan itu dapat dia jawab dengan baik.
Ada orang yang butuh waktu untuk mengungkap rahasia hidupnya itu dan kelak dia bakal mulai menata hidupnya dari serpihan serpihan jawaban klise dari pertanyaan itu.
Selain itu ada juga orang yang akhirnya hidup dalam keragu-raguan karena enggan untuk mencari dan mengungkap jatidirinya. Bukan karena dia tidak bisa, tapi karena dia tidak berani untuk mengetahui siapa dan bagaimana dirinya itu.

Kalian termasuk yang mana??

Kalo gue pribadi sekarang masih berada di kategori yang ke 3, orang yang belum berani mencari tau siapa sebenarnya dirinya itu.

Yeah, gue emang sedang bimbang ama keadaan gue sekarang ini.
Gue bimbang ama keadaan ini.
Kebimbanan ini gue rasa setelah gue memilih untuk sedikit mengabaikan study dan memulai bekerja.
Kesalahan fatal bagi gue.
Mustinya di usia gue yang sekarang ini, study lebih penting, bukan mencari pengalaman dan pengasilan dari bekerja.
Gue tau kalo itu salah setelah gue dapat hasil dari keduanya.
Gimana hasilnya??
Hasilnya Alhamdulillah gagal pada keduanya.

Ketakutan dalam mencari jati diri makin besar saat gue berpikir tentang siapa sebenarnya gue ini.
Gue yang tenggelam dalam bayang bayang keluarga, ngerasa minder dengan hasil yang telah dicapai orang tua gue.
Apa ya bisa gue macam papa dan mama yang seperti itu??
Apa gue sanggup memenuhi keinginan mereka yang ingin gue lebih sukses ketimbang mereka??
Kesuksesan macam apa yang bisa gue dapat dengan kondisi macam ini??

Down.
Itu yang gue rasain ketika mendapati hasil itu.
Bloody hell...

Gue terpuruk dan mulai menggila.

Tapi, kita hidup di dunia ini ga sendirian.
Banyak orang yang sayang, peduli dan bertopang pada kehidupan kita.
Orang yang memapah kita saat terjatuh, tersungkur dan terpuruk serta orang yang menggandeng kita saat keberhasilan sudah di tangan.
Orang yang mau jadi tempat keluh kesah dan meminta advice..
Kita punya keluarga, sahabat dan kerabat yang bisa membantu kita tetap survive dalam hidup ini.

Saat gue terpuruk macam itu, ada Mama, seseorang yang berjasa dalam hidup gue.
Tutor, motivator, guru, sahabat dan partner gue dalam hidup ini.
Banyak kata katanya yang mengispirasi gue untuk tetap survive dalam mencari makna hidup.

Mama pernah bilang ke gue, The winner didn't take the right way, but they believe in the way that they took before.
Bukan masalah jalan itu benar ato salah, tapi tentang bagaimana kita menyikapi jalan yang udah kita ambil dan berusaha serta percaya kita akan sukses jika menekuni jalan tersebut lah yang membuat orang itu berarti.
Berbalik arah dan memilih sesuatu yang benar bukanlah jawaban untuk menebus kesalahan yang udah kita perbuat.
Hal itu hanya akan membuat kita membuang waktu karena harus memulai dari awal.
Selain itu, kita akan terdoktrin untuk pemilihan ulang saat kita menyesal terhadap pilihan yang kita ambil sebelumnya.
Sungguh kerugian yang kita dapat dan belum tentu setelah kita mengambil ulang pilihan itu kita bisa sukses.

Mama nyampain sesuatu, gue ga boleh merasa gagal terhadap langkah yang udah gue ambil ini, karena ga ada pekerjaan yang sia sia di muka bumi ini, yang ada hanya kita belum tau makna dari kesalahan kita itu.

Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan.
Menurut beliau, saat ini yang harus gue lakukan adalan berpikir positif atas apa yang terjadi.
Jangan biarkan kegalauan dan ketakutan dalam hati kita ini meraja.
Jangan takut untuk terus melangkah walo kita pernah terjungkal dengan keras dan telak.
Karena rasa takut itu lah yang akan membelenggu kita dalam ketidak mampuan mencari jati diri.
Tidak mampu karena takut menghadapi kenyataan.
Tidak mampu karena kemampuan terpendam kita lenyap karena pemikiran bahwa "saya hanya akan gagal lagi saat melangkah lebih jauh".

So, what should I do now??
"Ngger, ingat filosofi naik motor. Terapkan di hidup kamu. Hidup itu pilihan, pilihan untuk sukses dan berguna atau terbelenggu itu tergantung cara kamu menyikapi hidup"
Petuah mama yang besar tapi ga bersifat menggurui.

Orang mengendarai motor itu hanya sesekali liat ke spion, fokus ke depan adalah kuncinya.
Motor itu ga bisa mundur dan kembali kecuali berbalik arah.
Kita mau kecelakaan karena ngeliatin spion terus dan buang buang waktu berputar putar di tempat yang sama ato melaju mencari jalan, cara dan petualangan baru itu tergantung bagaimana kita memanfaatkan hidup ini.
Kalo tersesat saat berkendara jangan segan untuk bertanya kepada yang lebih paham.
Kalo masih tersesat, jangan anggap itu sebagai kesalahan, tapi anggap itu sebagai petualangan yang penuh tantangan dan materi yang bisa kita petik untuk diterapkan di masa depan.
Tersesat itu bukan sesuatu yang buruk dan ga berguna.
Justru dengan tersesat kita bisa mengenal banyak jalan.
Pengalaman buruk bisa jadi guru yang bijak.

Gue sadar, kesalahan di waktu lampau ga bisa diperbaiki dengan kembali ke masa itu, tapi dengan mengubah kedudulan yang gue dapat menjadi hasil sempurna untuk pembelajaran di langkah gue selanjutnya.
Study gue yang sempat mundur ini bukan kegagalan, melainkan waktu untuk belajar sesuatu yang ga gue dapat dari Institusi pendidikan formal.

Lihat sekarang, dampak dari tertunda sesaatnya study gue, pengalaman kerja, mengajar dan bertualang di negeri orang bertambah.

Gue mulai sadar akan beberapa hal, gue harus maju dan ga boleh takut gagal.
Jalan ini adalah jalan sukses gue.
Jalan ini harus gue manfaatkan lebih baik dari sebelumnya.
Gue ga takut mencari jati diri bahkan gue semakin berani untuk "hidup" dalam kenyataan.
Mungkin gue ga bisa sukses seperti jalan orang tua gue.
Kesuksesan gue bakal gue raih dengan cara lain.
Ga ada yang namanya gagal, hanya kesuksesan dengan cara yang berbedalah yang ada.

Hal yang bisa gue sampaikan buat kawan kawan sekalian adalah, jangan takut pada pilihan dan jangan sesali pilihan itu.
Nikmati dan tenggelamkan diri kalian dalam pilihan itu.
Jalan apapun asal ga bertentangan dengan agama dan hukum yang berlaku akan berhasil dengan baik jika kita menekuni dan bersyukur.
Jangan terlalu lama berkaca, melangkahlah ke depan, lompati pagar penghalang itu singkirkan duri dan serpihan kaca di depan elo, hantam anjing itu pake batu, panjat tebing itu, jangan mau terhenti oleh sesuatu yang merintang dan jangan lupa, sapa semua orang yang kita lewati dalam perjalanan kita, sapa dengan senyum ikhlas.

Gue nulis ini penuh harap agar kita belajar untuk memanfaatkan segala sesuatu yang ada dengan se-optimal mungkin.
Masalah hasil, itu bonus, proses belajarlah hasil sebenarnya.

Sekian dulu postingan kali ini, maaf kalo penyampaiannya kurang nyambung antara cerita dan materi, ato adal tuisan yang ga enak di hati kawan sekalian.
Gue cuma pengen sharing dan berdiskusi.
Silahkan dikomen, itu bentuk pembelajaran bagi gue.

Thanks banget udah sempat mampir dan baca tulisan gue ini..

Bye, chuiiikk,,,,,

Wassalamualaikum..

NB: Thanks to Mama. Erda bakal terus berjuang. Inilah jalan hidup Erda, sulit, terjal tapi seru dan penuh tantangan. Seperti kata mama, ini resikonya jadi anak super ganteng....

Newer Post Older Post

4 Responses to “Pertanyaan Hidup”

wahyudi fajr said...

just like my story dek,..

pernah juga nulis di blog FS tentang sebuah perjalanan, walau bukan dalam share, cuma lirik.

http://fazury.blog.friendster.com/2007/10/jalan-ini/

dela said...

postingan yang panjang, tapi mengena,
karena seringnya saya juga bertanya untuk apa sebenarnya hidup ini.

makasih untuk pencerahannya! :)

dela from Buku Buku Dela

Rossy Erda said...

to mas fajar...
akeh kok mas wong sing macam iku..
mayoritas ki tenggelam dan menyesal mengalami kegagalan..
padahal kudune bangga pernah gagal..
pernah gagal berarti pernah belajar dan mencoba..
gagal luwih apik timbangane ra tau njajal mas..
menurutku sih ngono..
menuju tkp-mu mas...

Rossy Erda said...

to mbak dela...
Alhamdulillah kalo bisa mengena..
sama sama belajar dan mencari pencerahan mbak...