Rumput Tetangga

Ada orang bilang, rumput tetangga memang tampak lebih hijau..
Nampak lebih hijau, nampak lebih menyenangkan untuk disirami..

Sering kali kita menganalogikan "quote" tersebut pada persoalan cinta
atau hubungan.

Memang sangat relevan, dengan asumsi, banyak pasangan yang berpaling
atau mencari "rumput" lain yang lebih hijau ketimbang rumputnya
sendiri.

Padahal, kalau dirunut lagi, hal yang terjadi adalah: kita "kurang
melihat sisi hijau" dari pasangan kita.

Begini ilustrasinya:

A punya pasangan B, C punya pasangan D.
A lihat si D begitu menarik, melebihi si B.
C lihat si B begitu menarik, melebihi si D.
A berpaling ke D, C berpaling ke B.
M punya pasangan N.
A dan C melihat N begitu menarik, melebibi B maupun D.
A dan C berusaha mendapatkan N.
Padahal, di sisi lain, M beranggapan kalau B dan D itu lebih menarik daripada N.

Nah, permasalahn jadi makin rumit bukan..

Semua itu terjadi karena kita telah mengalami penurunan rasa
"memiliki" pasangan kita.
Dalam artian, rasa syukur kita terhadap pasangan telah berkurang,
bahkan hilang, yang ada kini rasa untuk mendapatkan pasangan yang
lebih baik.
Jika itu yang terjadi, rumput tetangga selalu lebih hijau, dan itu mutlak.

Ambisi, bisa dibilang ambisilah yang berperan aktif dalam diri kita
ketika memutuskan untuk berpaling.

Kenapa ambisi?
Mari kita telaah kata kata berikut..
"Lebih mudah untuk mendapatkan sesuatu daripada mempertahankannya"

Lebih mudah mendapatkan pasangan baru daripada mempertahankan pasangan
yang sudah ada..
(Hal ini tidak berlaku bagi para Jomblo akut yang sudah sendiri selama
bertahun tahun)

Manusia tak pernah puas dalam memenuhi nafsunya.
Sudah dapat si B, masih aja ngejar si D, lantas ketika bertemu dengan
N, naluri memburu kembali membara.
Ironis ya..
Tapi begitulah manusia.

Oh ya, naluri pemburu itu tidak hanya tertanam di DNA laki laki,
perempuan pun memiliki hal yang sama, dengan besar yang sama pula.
Hanya saja, belakangan, naluri laki laki yang gemar memburu yang
terekspose, perempuan pandai menyembunyikan nalurinya.
Menyembunyikan, bukan menahan atau menghilangkan.
Mereka tetap berburu, hanya saja lebih tertutup, lebih rapi dan bahkan
lebih mematikan dalam mengejar mangsanya, dalam hal ini rumput
tetangga.

Lantas, bagaimana cara supaya kita tidak gegabah merumput di lahan
tetangga yang nampak lebih hijau?
Mudah saja sepertinya, sering seringlah sirami rumput di halaman kita
sendiri, dengan begitu, kita hanya sedikit waktu membandingkan rumput
kita dengan rumput tetangga.
Bersyukurlah setiap saat, kita telah memiliki halaman yang ditumbuhi
rumput, banyak orang di luar sana yang tak memiliki rumput, bahkan tak
berani untuk membuat halaman di mana rumput itu akan tumbuh..

Newer Post Older Post