Mimpiku Bersamanya

Assalamualaikum..

Ku bermimpi...

Bidadari pagiku.
Kau ketuk pintu itu seraya salam yang meluncur dari bibirmu saat ku pulas menjelajah mimpi.
Bidadari pagiku.
Dengan perlahan kau masuk dan mendapatiku diranjang itu, masih berkutat dengan hal semu.
Bidadari pagiku.
Kau kecup kening ini sambil kau genggang tangan ini, mencoba membuatku terjaga tanpa mengguncangku.
Bidadari pagiku.
Saat kubuka mata, senyummu tersimpul dibawah hidung mungilmu, sungguh manis dan damai kala itu.
Bidadari pagiku.
Pelukan sayang tak ayal membuatku semakin tersadar pada dunia yang fana ini, meski begitu tetap kita lalui bersama.
Langkah kaki beriringan menuju tempat bersiku jasmani, ku ambil air wudu itu. Bersama bidadari pagiku.
Bidadari pagiku.
Sebelum sang fajar menyingsing, kita panjatkan rasa syukur kita kepada sang Khaliq.
Kita layangkan sembah sujud bersama. Di ruangan itu. Ruangan di mana sebelumnya kita tertawa mensyukuri karunia Tuhan atas hubungan kita.
Bidadari pagiku.
Kau renggut tanganku dan kau ciumnya. Layaknya sang bunda bersalim dengan sang ayah.
Ku kecup pula tangan halus itu, kukecup kening, pipi dan bibirmu setelahnya. Rasa sayang terhadap ciptaan Tuhan yang sempurna di depanku ini.
Bidadari pagiku.
Kita awali hari ini dengan penuh syukur dan kesadaran pada Illahi.
Bidadari pagiku.
Tersentak hati ini ketika aku berjalan menuju ruangan itu, teoat berjalan di depanmu.
Berjalan sebagaimana Imam yang memimpin keluarganya.
Ku terkejut dengan itu.
Sungguh betapa besar bidadari pagiku ini.
Saat sang fajar sedang mengintip, sajian telah tertata di meja itu.
Sajian yang baru saja kunikmati sehari sebelumnya, sajian khas dari dirimu yang penuh cinta.
Bidadari pagiku.
Sungguh tak ternilai besarnya sajian itu.
Betapa kau buat dengan penuh kasih sayang dan kesungguhan.
Kau tau benar gejolak perut ini, dan kau tau benar bagai mana memanjakan lidah ini.
Bidadari pagiku.
Kau tertawa saat melihatku melahap hasil olahanmu itu. Tersenyum bagai sang bunda yang melayani sang ayah.
Bidadari pagiku.
Gelak tawa merdu dan senyum manis selalu terlempar dari dirimu, wahai malaikat pagiku.
Ku lalui hari itu bersama selalu dengan bidadari pagiku....

Malam mulai menjelma, gelap kini meraja. Sang luna berdiri tegak di barisan teratas.
Dewi malamku telah datang dengan kasihnya.
Dewi malamku.
Kau datang dan segera kita bersama memanjatkan syukur pada Illahi atas karunia hari ini.
Tapi kali ini kita berpisah.
Surau telah menantiku.
Kusongsong jalanan itu menuju tempat bersyukur milikNya.
Dewi malamku.
Kau lepas diriku dengan senyum.
Kita terpisah untuk sejenak merenung pada Sang Rabb, bersyukur dan memohon agar tetap menjaga kita.
Dewi malamku.
Saat kembali, ku selalu mendapatimu menunggu ku di gerbang itu.
Melempar senyum dari kejauhan dan melambai tangan pertanda mengharap kedatanganku.
Dewi malamku.
Beriringan kita berjalan memasuki pondokan indah itu.
Dewi malamku.
Sperti biasa, selalu membuat kejutan bagiku yang membuat hati ini berbangga mengatakan kalo dia adalah sang bunda.
Telah tersaji hidangan pelepas penat di meja itu.
Kejutan manis dari dewi malamku.
Dewi malamku.
Tap lupa kita panjatkan rasa syukur sebelum memulai santap malam itu.
Dewi malamku.
Sungguh dirimu adalah anugrah terindah bagiku dan bagi keluarga kita.
Dewi malamku.
Ku kecup keningmu disela kita menikmati hidangan penutup hari itu.
Dewi malamku.
Ruangan itu, ruangan dimana kita bercengkrama, bersenda gurau sambil menikmati nikmatnya camilan sayang darimu.
Kita luangkan waktu sejenak untuk mengulas hari ini.
Apa saja yang telah kita kerjakan.
Dewi malamku.
Kau belai kepala ini dengan penuh sayang saat ku rebahkan dipangkuanmu.
Berkali kali kau kecup kening ini dengan bibir manismu itu.
Dewi malamku.
Kau setia menahanku saat ku terlelap di pangkuanmu.
Dewi malamku.
Perlahan kau kecup keningku.
Lama, hangat dan berbisik....
"Ayah, bangun ayah...."
Seketika itu pula ku terbangun.
Lagi lagi kudapati dirimu tersenyum.
Dewi malamku.
Kau bimbing tubuh ini untuk berbaring.
Berbaring di ranjang yang entah kapan telah kau siapkan.
Dewi malamku.
Kau bawa hati kita ini melaju bak kereta menuju alam mimpi.
Dewi malamku.
Tertawa kita bersama dan terlelap kita bersama.
Dewi malamku.
Sahabat sejati hati ini yang selalu melengkapi hari hariku dalam suka maupun duka.
Dewi malamku, kau kecup kening ini sebelum kita terlelap.
Kukecup keningmu sebelum selimut itu melindungi raga kita dari dinginnya malam.
Dewi malamku.
Tau kah kau, sebelum ku terlelap, selalu terpanjat doa untuk memohon perlindungan dari sang Kuasa kepada kita.
Dan tak lupa kupanjatkan doa supaya aku dapat melihat senyummu tersipul saat ku terbangun nanti.
Dewi malamku.
Kita beristirahat bersama namun tak bersama.

Malaikat hariku.
Sungguh indah saat kuingat mimpi ini.
Sungguh besar damba hati mengenangmu itu.
Kian ku kenang, kian merasa hitam diri ini.
Tapi, hitamku itu akan kucoba membasuhnya.
Menghilangkan noda dan kembali kau belai dengan senyum itu.
Malaikat hariku.
Ku tau isi hatiku.
Kau akan lebih tau lagi saat kau kecup aku lagi.
Malaikat hariku.
Adakah kau di sana mengingat mimpi yang sama ini?
Malaikat hariku.
Kutunggu dirimu keluar dari pintu itu saat ku berada di halamanmu.
Malaikat hariku.
Sungguh kucinta kau atas seijin Alloh..

Mimpiku pun berakhir seiring cahaya sang fajar yang memenuhi kamarku ini.
Berakhir tanpa bidadari pagi ada bersamaku.

Wassalamualaikum...

NB: Bidadari pagi, Dewi malam dan Malaikat hari, kau adalah berlian pembangkit semangat di tanah ini. Kelembutan dan sifat kalem itu telah membuatku jatuh hati padamu. Meski berbeda, tapi ku harap kita bisa bersatu wahai kasihku. Sadarilah dirinya itu memang Engkau.

Newer Post Older Post

6 Responses to “Mimpiku Bersamanya”

'hani' siti rachmani said...

nice post =)

dibandingkan dengan 2 postingan sebelumnya,lebih suka yg ini

Rossy Erda said...

host to teh hani...

Iya..
tapi,,,
kok pas mellow malah jadinya rada bagus ya..
pas onfire malah kurang ngena di hati...

rudis said...

mantab semoga tambah sukses amin

Rossy Erda said...

host to rudis..
makasih mas...
semoga kita selalu sukses...

toelisan said...

Panjang banget
Dalem banget
Melow banget
but, Sweet banget

:)

dela said...

emo banget!!

like this.. :)