Bebas di Tempat Maya dengan Aturan

*siapin tangan buat bales cubitan orang dengan pembalasan yang lebih bijak, dewasa dan berpendidikan*

Kalo orang pake flash, baik itu on-shoe maupun off-shoe, baiknya di bouncing dan pake diffuser supaya penerangan yang diterima obyek itu ga keras.

Kalo petinju, saat berlaga itu pake sarung tinju. Karena luka yang terjadi akibat hantaman tangan telanjang akan lebih "dasyat" daripada memakai sarung tinju.

Nah, kedua contoh di atas akan gue jadikan penganalogi untuk kasus utama kali ini.

Gue kenal orang di jejaring sosial. Microblogging. Di situ, orang tersebut *yang sebenernya gue kenal maya nyata* itu memberikan komentar yang frontal dan keras terhadap gue secara langsung *dengan nyebut nama gitu loh*.

Meskipun itu hanya dunia maya dan kitanya sudah akrab, tapi tindakan seperti mengolok, menyudutkan dan komentar pedas tetaplah punya aturan dan rambu rambu. Ga asal "njeplak" aja gitu loh.

Saat itu gue pikir dia itu bercanda, emang kan orangnya humoris. Tapi kok ya lama kelamaan tuh annoying banget. Dari nyampein sesuatu yang akhirnya berakhir dengan bullying gitu.

Bukan gue ga mau dikritik ya, tapi kalo yang ngritik sotoy dan kepo gitu kan yang ada gue ngerasa "apaan sih ini orang, wong dia ga bisa apa apa kok yao sotoy banget" gitu.

Nah, bagi kawan kawan pengguna jejaring sosial, gue harap kalian lebih bijak lah. Memang, di dunia maya itu lebih bebas berekspresi, tapi bukan kebebasan absolut tanpa aturan.
Kalo kalian menganggap di dunia maya itu bisa sebebas bebasnya, lebih baik elo mulai berpikir "apa mau ketenangan elo diusik orang lain?".

Kalo kalian belum bisa bijak, nah berarti kalian belum siap menjadi pengguna jejaring sosial yang bertanggung jawab. Kalian bukan memilih di dunia maya sebagai tempat bermain tapi memilih dunia maya karena korban mode dan sebagai ajang menghedon yang bebas karena ga bisa dilakukan di dunia nyata.

Kalo ga mau dicubit, ya jangan nyubit orang.
Terkadang, cubitan orang itu lebih dasyat dari cubitan kalian..

Newer Post Older Post

2 Responses to “Bebas di Tempat Maya dengan Aturan”

Mimi sikembar said...

Yo wes tak diem aja lah kalo begitu :)

Rusa said...

lebih tepatnya bebas nertanggung jawwab gitu yak :D