Bingung dan Merasa Asing

Assalamualaikum.

Aku bingung. Aku sendiri tak tahu apa aku bisa mengerti dengan semua ini. Ketika hati dan pikiranmu bertentangan (lagi-lagi tentang itu), ketika apa yang kau dengar tak sejalan dengan apa yang kau lihat dan kau rasa dan itu merupakan suatu dilema bagimu, ketika tiba-tiba kau merasa asing dengan semuanya, apa yang akan kau lakukan? Kalau aku, mungkin kali ini pun aku hanya bisa diam, berusaha menutup mata dan telinga, dan selalu mengatakan pada diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja. Ibarat kau ada dalam sebuah ruangan yang gelap lalu kau menutup rapat semua pintu dan jendelanya agar tak ada sesuatu yang masuk dari luar, agar tak ada yang bisa mempengaruhi semua yang ada. Tapi kalau seperti itu apa bisa disebut membohongi diri sendiri ya?

Aku memang tidak bisa paham akan keadaan yang terjadi, bahkan sejak awal aku tidak paham. Tapi memang begitu keadaannya, aku pun tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Sesekali aku coba untuk berusaha mengerti, tapi ternyata memang masih sakit rasanya. Aku percaya walau itu tak sesuai dengan pikiranku karena itulah aku coba untuk diam. Mungkin bagi sebagian orang menilai itu suatu sikap yang sabar. (tapi kalau selalu hanya diam dan menerima, lebih tepat dibilang sabar atau bodoh ya?) Kalau memang itu sabar, bukankah kesabaran juga ada batasnya? Bukankah kesabaran itu ada untuk dihargai dan bukan untuk disalahgunakan begitu saja? Sama halnya dengan kepercayaan, salah satu hal yang memang penting dan memang harus selalu dijaga karena ketika kepercayaan itu sudah hilang maka akan sulit untuk bisa kembali.

Aku ingin marah, aku ingin teriak, aku ingin lepas dari rasa seperti ini, benar-benar ga mengenakkan. Pernah suatu saat karena merasa ”daya bertahan”-ku sudah ada di ambang kritis, aku pikir mungkin melepas semua yang aku rasa adalah jalannya. Sekali lagi aku bertanya pada diri sendiri, apa memang itu jalan yang paling baik? Baik untukku, baik untuknya, dan baik untuk mereka... Tapi prinsipku masih memudarkan niat itu, prinsip yang selalu berusaha mempertahankan apa yang sudah didapat (walau aku bukan orang yang tegas dan terkesan lamban, tapi untuk hal-hal tertentu akan benar-benar aku pertahankan). Kata orang-orang, ketika kau bingung akan apa yang hendak kau putuskan dan kau lakukan, bertanyalah pada hatimu dan ikuti apa kata hatimu (di komik-komik sering bilang gitu, tapi menurutku yang nomor satu tetep meminta petunjuk dari Allah SWT). Dengan tetap percaya bahwa apa yang diberikan Allah SWT adalah yang terbaik, aku coba untuk mendengarkan kata hati. Kalau menuruti pikiran, aku memang tidak mau lagi merasakan seperti ini dan pasti akan sakit setelah itu. Kalau menuruti perasaan, aku tidak mau melepaskan semuanya dan pasti juga akan sakit karena masih akan merasakan ini. Sama-sama sakit ternyata.

Kala senja telah hilang dan tenggelam. Kala hati telah terluka dan terbuang. Sekuat mungkin ku akan membuktikan. Bahwa hati itu luas tak berbatas. Jika senja pasti akan tergantikan fajar. (aku percaya-jikustik). Seandainya... Kudapat memilih untuk tak pergi dan tetap di sini. Seandainya... Aku bisa, aku sanggup, dan aku mampu. Aku pergi untukmu merangkai mimpi lewati waktu. Semua itu jalan kita akan ku jaga ku bina slamanya. Asal di dalam hati walau diriku jauh. Kuingin kau menunggu sampai kan datang padamu. (seandinya-sheila on 7).

Aku bukan manusia super, aku hanya manusia biasa yang punya banyak keterbatasan. Batu karang bisa habis terkena abrasi, apalagi hanya sebuah kerikil kecil yang mudah hilang hanya tersapu ombak. Walau aku masih tak mengerti dan berusaha agar bisa mengerti, walau aku harus berusaha bertahan sambil mengatasi perasaan yang ga mengenakkan ini, tapi aku tetap percaya bahwa setiap hal pasti ada hikmah yang bisa diambil. Itu tergantung bagaimana manusia memandang setiap hal yang terjadi. Setiap hal di dunia ini, sekecil apapun itu pasti ada alasan kenapa itu semua terjadi. Allah sudah mengatur itu semua. Rencana Allah itu jauh lebih indah dibanding rencana hambaNYA.

Wassalamualaikum.

Newer Post Older Post

2 Responses to “Bingung dan Merasa Asing”

si embah said...

yub semua emang sudah di atur oleh yang DI ATAS jalanya sudah ada sendiri2!

Redha Herdianto said...

aminn...