Shake your Mind

I Have a Dream

If you see the wonder of a fairy tale
You can take the future even if you fail

I have a dream, a fantasy
To help me through reality
And my destination makes it worth the while
Pushing through the darkness still another mile

I'll cross the stream, I have a dream

(I have a dream - westlife Deluxe Album)

Once upon a time you attended a class in kindergarten, your teacher
asked you about your dream, "whatcha gonna be in the future?".

Simple question..
And you answered it with simple and honest answer too..

Some kids said, "I wanna be a doctor", the other one said "I'm gonna
be a power ranger".
Amazing, wasn't it?
Can you imagine that?
Have no doubt, have no fear, just a dream and believe in their heart,
that someday, they will find a wonder.
They didn't even care about how difficult to be a doctor, how
ridiculous is their dream to be a power ranger.
It doesn't really matter, they believe that they can do it.
As simple as flip your hand up side down.

Right there, right now, sometimes we lost that passion, we lost that
spirit, no zeal, no power just gloomy inside and even worse, lost your
dream.

We are too afraid to do something because we are, hard to believe in our power.
Too much thing to handle in our head, that make us get lost from our path.
We are afraid if we loose, we are afraid if we fail.

Let's get back to several years ago, when we have a solid dream to be
a power ranger.
Take a deep breath, and start thinking..
"If you see the wonder of a fairy tale, you can take the future even
if you fail"
Mark this sentence down.
Bear in your mind.

Let's sing together..

I delivered you a song of westlife, which is sang in 1999.

The point of this song is, to live in our life we need a dream.
Dream is foundation of our path.
Once you lost your dream, you're gonna loose you path, walk in no
direction in your own world.
Don't let your dream turn your back and go away, and disappear.
Keep it, hold it tight.

I hope we could get some "positive point" inside.

Hasta lavista..

My Team (berusaha terus menerus)


Hidup itu ga selamanya seperti apa yang kita inginkan..
Seperti dalam motret, ga selamanya sesi motret itu seperti apa yang kita inginkan..

Kenapa hidup kita bisa melenceng dari apa yang kita inginkan dan apa yang kita usahakan?
Simpel saja, karena kita tidak sendiri di dunia ini.
Kita bukan satu satunya manusia yang memiliki kehendak dan berusaha dalam mengejar impian..

Gue bukan satu satunya tukang foto yang ingin warung fotonya berkembang.
Gue bukan satu satunya tukang foto yang ingin dapat job.
Gue bukan satu satunya tukang foto yang ingin membuat client puas.
Jadi, gue bukan satu satunya orang yang berusaha di dunia ini.
Banyak tukang foto lain yang ingin “menangin” job.

Gue berusaha, dia berusaha, mereka juga berusaha.
Terkadang, apa yang kita usahakan itu membuahkan hasil, tapi terkadang, usaha orang lain yang berhasil.

Tapi, ketika usaha kita belum berhasil, bukan berarti daya juang kita lebih rendah dari daya juang yang lain.
Kenapa begitu?
Karena usaha bukan satu satunya hal yang membawa kita mencapai podium.
Ada hal lain yang tak kalah penting.
Yup, pasti kalian berpikir hal yang sama..
Doa..
Ya, doa, tapi sebenarnya, masih banyak “X-Factor” yang lainnya.

Kegagalan tidak akan terjadi jika kita satu satunya manusia yang berusaha di dunia ini.
Mengapa?
Karena Tuhan akan langsung memberi kita jawaban dari usaha kita.
Tapi permasalahannya, umat Tuhan itu banyak, dan Tuhan pasti memiliki kriteria dan rahasia dalam “menangani” umatNya.

Oh ya, ingat kan kalo Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak berusaha merubahnya?
Apa artinya?
Artinya adalah, terus berusaha.
Memang kali ini bukan giliran kita, tapi esok adalah waktu yang tepat untuk mengejar cita cita kita.

Thanks for my lovely team..
My honey, Siti Kholifah, you are my guardian angel, you are my power, you do a great job as a partner in my team and a couple in my life, happy to see you in our home.
My best friend Dwi Julianto, see bro, it has been 8 years, and you know what, we are a team, stick together, as always and support each other..
My life become brighter with both of you around..

Satu Kaki Tercebur Di Kolam


satu kaki tercebur di kolam

haruskah kita menceburkan diri seluruhnya karena sudah terlanjur basah?
jangan bego dong, mendingan buru buru keluar dari kolam dan ngeringin kaki..
ga ada kata terlambat dan terlanjur..
mau melakukan sesuatu, ya lakukanlah, ketika sesuatu itu tidak berdampat positif, berhentilah, tanpa harus menyelesaikan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kau kerjakan..
buat apa mengerjakan sesuatu jika setengah setengah..
berhenti di tengah jalan bukanlah pengecut, tapi berani mengambil langkah di saat tekanan mendera.
tapi, bukan berhenti di tengah lantas statis di situ, berhenti lah, dan segera ambil langkah yang baru..
tinggalkan "comfort zone" dari langkah pertama..
sekali lagi, tidak ada kata terlambat atau terlanjur untuk mengawali sesuatu maupun mengakhiri sesuatu..


kenapa kita harus meluangkan waktu barang cuma sedetikpun untuk mengikuti sesuatu yang jelas salah, bukankah kita rugi waktu


Bangsa Batik

Di sebuah pesta..


Si Sexy : selamat ulang tahun ya, semoga kedepannya makin sukses, makin go public..
Si Kusam : oh iya, makasih, amin..
Si Glamor : coba deh di kedepannya ganti mode, warna gelap kan ga asik diliat.
Si Formal : iya, gimana bisa dilirik kalo ga berusaha mempercantik diri.
Si Sexy : nih liat aku, ketika aku jalan, pasti banyak yang memperhatikanku.
Si Kusam : *memandang penampilan sahabatnya itu, namun hanya terdiam dan bergumam dalam hati* 'iya juga ya, mata pasti tertuju ke dia'.
Si Formal : tak ada urusan bisnis yang gagal kalo kamu berpenampilan seperti ini..
Si Kusam : hahaha.. *dia tertawa, tertawa dalam pedih*
Si Glamor : ketika kamu berada di lingkungan orang orang berdompet tebal, aku jamin tak ada yang mengabaikanmu jika saja kau memakai style ku.
Si Kusam : jadi aku ini kelihatan kuno ya?
Si Formal : coba aja nilai diri kamu sendiri di depan kaca.

Si Kusan tertunduk lesu setelah mendengar opini dari kawan kawannya.
Selesai acara, dia segera menuju kamarnya, berdiri mematung, mengamati dengan seksama sebuah bentuk, mengamatinya dari atas sampai bawah, dia memperhatikan detil dirinya yang terpampang di cermin.
Di lubuk hati dia berujar 'iya, aku nampak kusam, delap, kuno dan itu semua membuatku kurang menarik'.
Tak sadar, air mata tertetes, membayangkan dirinya tak lagi dianggap, karena penampilannya.

Dalam ketermenungan, dia tak menyadari kehadiran ibunya yang kini telah berdiri tepat di sampingnya.
Melihat anaknya menangis sang ibu bertanya “Ada apa? Kenapa ada air mata?”
Terperanjat, sejenak dia yang sedang menyelam dalam pilu kembali terhempas ke dunia nyata.
“Ah, tidak, bu, hanya sedang berpikir saja.”
“Ada yang mengganggu pikiranmu nak?”
“Bu, apa kita ini memang terlihat kuno? Tidak dilirik oleh orang lain? Tidak pantas menjadi pusat perhatian?”
“Ha? Apa maksudmu nak? Ibu belum paham. Coba ceritakan pada ibu masalahmu.”
Ragu ragu, Si Kusam ragu ragu, apakah dia harus menceritakan masalahnya ke sang ibu.
“Hm.. Begini bu, aku..” kata katanya terhenti, terjerat di mulut.
“Iya?”
“Aku malu bu..”
“Malu?
“Malu bu, malu pada penampilanku. Teman teman bilang aku tidak menarik, aku gelap, aku kuno.”
“Gelap? Kuno? Hahaha.. Ada ada saja kamu ini nak. Kenapa kamu berpikir demikian?”
“Karena memang tak ada yang memperhatikanku bu, kata kata mereka benar, aku tak digubris, aku dikesampingkan.”
“Dikesampingkan?”
“Iya bu, aku seperti kalah keren dengan mereka. Aku seperti makhluk peninggalan purba. Ketinggalan jaman bu.”
“Ayo ikut ibu, ada yang mau ibu tunjukan.”
“Ha? Apa bu?”
“Ikutlah saja”

Di ruang tamu..
“Coba lihat foto ini nak. Ini kakek buyutmu.”
“Iya bu, dan ini kakek.”
“Lihat, ini siapa?”
“Itu ayah bu, ayah dikenakan oleh bapak presiden.”
“Iya, tepat sekali. Kini kamu mengerti nak?”
“Mengerti apa bu?”
“Nak, apa semua orang menghormati presiden?”
“Iya bu, tentu saja”
“Semua orang memandangnya, semua orang menghormatinya. Beliau adalah orang yang dituntut bisa menjadi sosok panutan. Untuk menjadi panutan, salah satu caranya dengan berpenampilan baik nak.”
“Iya bu.”
“Lihat, mayoritas foto foto presiden ini, ayahmu selalu bersamanya. Kenapa begitu?”
“Kenapa bu?”
“Karena ayahmu pantas berada di sana dan dikenakan oleh presiden. Kita nak, sebagai Bangsa Batik, bukanlah bangsa yang kuno, dan tidak menarik. Sebagai bukti, dari kakek buyutmu, sampai ayahmu, mereka selalu setia dikenakan oleh presiden. Kita ini budaya nak. Kita budaya asli negeri ini. Memang kita kalah keren dengan kawan kawanmu, yang merupakan Bangsa Formal, Bangsa Sexy serta Bangsa Glamor. Tapi ingat nak, kita memiliki nilai historis tinggi, kita memiliki akar budaya yang terikat erat dengan negeri ini. Kita bukan orang biasa, kita adalah bangsawan.”
“Benarkah bu kita bangsawan?”
“Tentu saja nak. Di negeri ini, para manusia telah menyadari keberadaan kita, keberadaan yang sempat dipinggirkan. Bahkan nak, kini mereka memberi apresiasi tinggi bagi kita, yaitu hari bangsa kita, Hari Batik Nasional.”
“Hari batik nasional? Benarkah manusia membuat hari itu untuk kita bu?”
“Iya nak, mereka memperingatinya pada tanggal 2 Oktober pada sistem penanggalan mereka. Apakah kawan kawanmu memiliki hari kusus untuk mereka?”
“Setauku tidak pernah bu, mereka tidak pernah menyebutkan ada hal seperti itu.”
“Jadi, apa kini kamu sudah paham nak?”
“Iya bu, aku paham... Bu, apakah mungkin, kita bisa dikenakan oleh seluruh orang di dunia? Aku ingin membuktikan pada dunia kalau bangsa kita, Bangsa Batik tidaklah sekuno danterpinggirkan seperti yang mereka kira.”
“Tentu saja bisa nak, pasti bisa. Untuk itu, bersoleklah. Bersoleklah sebaik mungkin. Tapi ingat nak, jangan meninggalkan karakteristik bangsa kita, Bangsa Batik.”
“Iya bu, aku mengerti. Aku akan bersolek, aku akan membuktikan dan menunjukan pada dunia keindahan kita.”
“Betul nak, lakukanlah, buat bangsa kita bangga, dan buat negeri ini bangga nak.”
“Iya bu, pasti..”


Early Age Marriage


Early Age Marriage

Definition of marriage
A moment of celebrating and milestone of being united to a person of (mostly) opposite gender and pronounce as husband and wife in a consensual and contractual relationship recognized by law and religion.

Definition of an early age marriage
An act of marrying that happened by a person (or both of them) in range before 20 years old.

Explanation
As a human being, we will think about growing older, earning money, finding our beloved and of course getting married. For some people getting married is the main purpose of life, but the other side, happily is more important than getting married. Well, married is a choice and right, but happily is a must.

Getting married by someone is a big deal, more over for someone in the age before 20, of course it would be a huge struggle and decision. It cost lots of thing to think and it is not as simple as flip your hand upside down. Getting married in early age means you have to manage your life early and you have to be ready with marriage problems, such as financial problem, family problem, children problem and your future it self. It also means that you have to arrange your foundation of marriage in short amount of time.

In the past, our country as a third worlds country, an early age marriage is a common. In some conditions, there is a culture that force you to get married in early age. In the same reason, there is a culture which said “someone won't be called as a success person if they don't get married in early age, but it is uncommon now, just a few people who obey those rules. Parent would force their daughter to get married as soon as possible, or as soon as there is a prince charming who rides the white shiny horse comes to purpose her. But, as the time goes by, an early age marriage is an old fashion thing, people will concern to get married after they can settle their foundation down. They won't be bothered by age, because they think, that will be useless if you already get married but you cant fulfill your family needs and you are dying with this situation and it can be add problems for parent. Moreover, as a youth, the boy, mostly doesn't prepared by good ability to do a job for earning money to run his family.

Some people said say, marriage in early age will prevent the bad effect of social lifestyle in modern era, about free sex. Well, maybe that's true, but not totally true, because there are so many better way to prevent it, such as by giving sex education, holding a seminar of the disadvantages of free sex, fix the teenager morality and concern. The truth is, if people know about law, and applied it in the wrong way, an early age marriage can be “a way” to do legal free sex in youth. It happens, this one is real, for example they get married in early age because they can't hold their desire, after a moment, they will get divorce and be a single. We can't categorize it as a free sex, but it is, in a legal way. The ugly truth, it is getting worse to get an early age marriage.

The problem of an early age marriage in social life viewpoint is the changing role that happens to married couple. They will not find the flexibility of someone single and available, because now they are bound by the role as a husband and wife. In this case, they will feel that a lot of thing is changing, they can't be like someone previously, there will be a border even though they are hanging out with their friends who has similar age. Getting married in early age means they have to sacrifice their common life, such as education program. As a youth, education is important because it is a bridge to get a better future. No formal education means no certificate, no certificate means no admission, no admission means hard to get a decent job. As a couple who getting married in early they will get new problems, and frankly, those problems will interfere their education.

In medical viewpoint, this case may add the risk of mortality. In early age, the risk of cervical cancer is high, because, the genital of girls still fragile. Fragile means that spot is easy to broke because there is a transition from youth cell form in to adult cell form. Pregnancy in early age will cause a trouble for the baby and the mother it self. Deformed babies (including the mentality deformed or physical disability) often occurs because of the mother has lack of knowledge of how to keep her pregnancy healthy. Of course this is a serious problem.


Pros
  • You'll get a kids that got a proportional age which is got a not really long difference amount.
  • You can raise your kids properly, because you got them when you are in productive age term.
  • Prevent of free sex in teenager.
  • To drill ourselves to be independent and responsible since early age.

Cons
  • Short time of preparation.
  • The health of you and your baby.
  • The psychology of you and your parent.
  • You will lost your teenage moment (including the education).
  • Hard to take control the individual ego.
  • Harder to settle the financial stuff.

Do it when
  • You are ready to get married
  • There are special conditions that cause you to get married as soon as possible.

Don't do it when
  • You are not ready to get married yet (because of many factors).
  • Your couple is not ready to get married yet.

Conclusion
Basically, marriage is a good and sacred thing. Getting married in early age is not a bad thing, but it has a lot of factors to consider. There are so many disadvantages point of getting married in early age, indeed, but as long as we keep thinking and struggling in positive path, and got prepared well, happines will be achieved. Maturity within a household can minimize problems that may occur due to an early age marriage. Finally, with decent preparation, a happily ever after family is just around the corner.

Perdana, Rossy.

Bibliography:
http://aliranim.blogspot.com/2012/08/dampak-positif-dan-negatif-pernikahan.html
http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011/02/konsep-pernikahan-dini.html
http://www.aulia.org/kesehatan-pernikahan_dini.php 

Lomba? Buat Apa?

Kediri, kampung halaman gue, belasan tahun lalu..

Kakek: ikut mereka saja, ngger.
Gue: ga ah, ga kenal.
Kakek: *ketawa* kalo ga ikut ya ga pernah bisa kenal..

Akhirnya gue ikut anak anak di kampung itu, gue ikut mereka main, gue ikut mereka lomba.
Entah dalam rangka apa lomba itu, gue ikutin lomba lombanya, mulai dari makan kerupuk, balap kelereng sampai pukul air, tapi yang pasti, itu bukan dalam rangka 17 agustusan.

Ketika gue ikut lomba, kakek duduk di pinggir lapangan sambil ngobrol sama temannya, sesama kakek kakek.
Selesai lomba, kakek gue bilang “kalo kamu ga ikut lomba, kamu ga bisa kenal tetangga tetangga di desa, ga bisa merasakan dekatnya sama orang orang”.

Mana ada lomba yang hanya diikuti oleh satu orang?
Minimal ada dua orang yang berkompetisi.
Ada dua orang, berarti kita ga sendiri, kita ga sendiri berarti kita harus tau kemampuan kompetitor kita, untuk tau kemampuannya kita harus kenal.
Nah, kalo kita tarik kesimpulan, dengan mengikuti acara perlombaan, kita bisa mengenal satu sama lain.
Bertemu orang baru, karakter baru, kemampuan baru, semua hal baru.

Gue ingat banget peristiwa itu, jelas banget.
Walopun kakek ga ngejelasin banyak hal kenapa gue musti ikut lomba dan main bareng temen temen di desa, tapi gue rasa banyak makna serta pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa itu.

Semarang, beberapa tahun lalu, acara 17 agustusan.
Adek: aku ikut lomba ya..
Gue: ya, ikuti semuanya.
Adek: tapi nanti kalo ga menang gapapa ya?
Gue: gapapa.

Kejadian yang mirip, cuman bedanya kali ini tokohnya gue sama si adek yang paling kecil.
Ketika itu dia mau ikut lomba, semangatnya menggebu-gebu, tapi ada satu hal yang buat dia kurang maksimal di lomba itu, dia terbebani rasa pengen menang.


Kenapa sebaiknya kita ikut acara, perlombaan atau sejenisnya seperti itu?
Apa manfaatnya?
Mama gue pernah bilang “dengan ikut kompetisi, kita belajar yang namanya sportivitas”.
Yup, dalam perlombaan, kita bakal berhadapan dengan seseorang, kompetitor kita.
Dalam lomba yang sehat, pasti setiap pesertanya ingin jadi yang terbaik, jadi pemenang.
Dengan misi yang sama, pasti setiap individu tersebut bakal berjuang sepenuh hati.
Di sinilah seni sportivitas kita dilatih, tak jarang meskipun kita sudah mengerahkan segenap kemampuan, tetap saja hasilnya kurang memuaskan, tidak seperti apa yang kita harapkan.
Menang serta kalah adalah hal yang lazim kita temui dalam kompetisi.
Bangga menjadi pemenang dan tegar sebagai yang kalah, itu sportivitas.

Suatu ketika, gue tanya sama seorang teman, “ngapain lo ga ikut lombanya?”.
Dengan santai dia jawab, “ngapain ikut? Jelas jelas gue bakal kalah, ga perlu buang buang tenaga lah, lagia bayar juga lombanya”.
Sesaat gue terdia dengan jawabannya.
Secara logika, memang benar, ngapain kita memperjuangkan sesuatu yang sudah pasti hasilnya berujung pada kegagalan.
Sesuatu yang useless kan..

Memang, kalau kita mengasumsikan bahwa perlombaan itu tentang meraih kemenangan, langkah yang teman gue ambil itu sangat bijak, tapi semua berubah ketika kita rubah paradigma kita dalam mengikuti sebuah kompetisi.

Untuk apa kita ikut kompetisi?
Sedikit menyimpang dari tema, gue mau tanya, untuk apa elo nembang gebetan lo setelah sekian lama PDKT?
Untuk tau perasaannya kan?
Untuk memberitahunya bahwa rasa elo itu ada.
Nah, sekarang kita analogikan prosesi penembakan gebetan sama perlombaan.
Kita ikut lomba bukan cuman karena pengen menang, tapi ada hal lain.
Pernah berpikir sejauh apa kemampuan elo dalam melakukan suatu hal?
Pernah berpikir kalo elo itu punya kemampuan dan orang lain perlu tau tentang kemampuan elo itu?
Nah, dalam kompetisi lah elo bisa mengapresiasikan serta show kemampuan.
Kalo di luar kompetisi, acara show kemampuan ga bakal maksimal, karena elo ga punya target tertentu, dan elo juga ga punya saingan.

“menang kalah bukan perkara, yang penting itu sejauh mana kamu berjuang”
Yup, it's all about the process it self.
Doesn't matter about the result, the point is, how big is your effort to take control the game.
Even though we are lose in the game, doesn't mean that we fight for nothing.

Disadari atau tidak, pasti kita dapat sesuatu yang baru dalam perlombaan.
Ambil contoh, gue ikut lomba fotografi, gue tau cara ambil gambar, tinggal arahin kamera ke obyek, terus pencet aja shutter button nya, beres.
Ketika dalam perlombaan, gue ternyata kalah, karena ilmu serta skill yang gue punya ga cukup ampuh untuk membuat juri terkesan.
Apa tenaga, waktu serta pikiran gue terbuang sia sia dalam lomba tersebut?
Sudah pasti enggak.
Emang gue kalah, tapi dalam lomba gue bisa tau, ternyata buat ngambil gambar itu bukan cuma ngarahin moncong lensa kamera ke obyek doang, tapi gue harus tau karakteristik obyek yang gue foto, bagusnya gimana penempatannya, pemilihan lensa, pencahayaan terhadap obyek, serta banyak faktor lain yang gue baru tau.
So, gue ga kalah dalam kesia-siaan bukan..

Sip..
Hal di atas itu pembukaan dari apa yang sebenarnya mau gue bahas.
Yup, gue bahas tentang esensi Liga Blogger Indonesia, di mata gue.
Ga banyak yang perlu gue babarin, kita bisa analogikan dengan cerita yang udah gue tulis di atas.
Sedikit poin aja, Liga Blogger Indonesia yang diadakan oleh @dotsemarang merupakan hal yang luar biasa bermanfaat.
Bayangpun (nulis gue kembali ke setting santai), elo tau kan blogger di Indonesia itu jumlahnya buanyak banget, entah itu blogger yang bener bener serius, blogger yang cuman nyari duit doang, blogger yang buat blog buat tugas akademik maupun pensiunan blogger.
Nah, di acara ini kita dapet kesempatan buat berkenalan, menjalin silaturahmi, serta berkompetisi dengan blogger blogger yang mungkin sebelumnya kita ga kenal.

Selain itu, dengan adanya kompetisi ini, bisa dijadikan sebagai pemacu kita untuk kembali aktif dalam nge-blog.
Hayo, siapa yang udah lama ga posting di blog? Sampe blognya lumutan gitu euy..
Hahahaha...
Untung ada acara macam ini, kalo enggak, blog itu bisa jadi tempat permukiman kumuh yang banyak gelandangannya, sakit lamanya ga diurus sama yang punya.

Keuntungan apa lagi kah yang bisa kita dapat dari acara ini?
Ehem, the ugly truth is, kita bisa numpang terkenal..
Ehehehehehe...
Setuju ga sama pendapat gue?
Lumayan lho bisa dikenal orang, kan link kita di share atau di retweet sama @dotsemarang, promosi gratis.
Hare gene ga mikirin eksistensi? Ciyus? Miapah ga mikirin eksistensi?
Hahahaha..

Last but not the least, let's do the best for this competition.
Not for the price, the pride or kind of that, its's all about friendship and brotherhood among the netters.

Hasta lavista..

Rossy Harta @erda_earl



Acara yang Absurd

Pagi ini, secara tidak sengaja, gue nyetel sebuah acara di tv yang
absurd banget.
Sebenernya sih acaranya baik baik saja, isinya juga ok, secara ini
acara siraman rohani gitu loh.
Lantas apa yang membuat gue berpikir kalo acaranya absurd?

Well, gue ga habis pikir sama penceramahnya..
Si penceramah kalo menurut gue, layak dapat piala citra sebagai aktor terbaik.

Kok bisa??

Di awal segment, acaranya diisi sama ceramah.
Nah, di sini si penceramah (nominator piala citra kali ya) mulai
membeberkan materi dengan suara lantang, hampir teriak, ceria, girang,
macam bocah menang lomba 17an gitu.
Semua nampak baik baik saja, aman terkendali.
Dengan sapaan hal si penceramah pada "jamaahnya" itu, semua masih aman
terkendali, belum ada kekacauan.

Tapi, semua berubah ketika negara api menyerang..

Eh, ok ok, gue lost focus..
Ulang ya..

Tapi, semua berubah ketika masuk ke segment berikutnya, yaitu doa bersama..
Anjrit, gila banget cuy, yang semula kayak om om senang gitu, tiba
tiba berubah baca doa sambil mewek mewek kayak banci ketangkep
satpolPP.
Seriusan..
Mewek abis..

Inilah kenapa gue bilang di awal kalo si penceramah layak dapat piala citra.
Aktingnya sedep banget.
Akting ceria heboh gila di awal, mewek cengeng dan lebay di akhir..

Itu guys, itu yang bikin gue mikir kalo acara ini absurd..

Gue di sini ga bermaksud menjelek jelekkan suatu acara, kaum maupun individu.
Gue membeberkan fakta, gue memberi opini dan gue berusaha berpikir cerdas.

Gue rasa cara berdoa mewek macam itu merupakan suatu kesalahan.
Kesalahan, ya kesalahan, banyak acara serupa yang di akhir segment
diisi dengan doa bersama, dan doanya pake mewek mewek ga jelas gitu.
Semacam jadi trademark deh..
Trademark pembodohan kalo kata gue.

Dengan merebaknya metode doa mewek seperti itu, publik jadi berasumsi
"oh, kalo berdoa itu musti mewek seperti si A atau si B atau si C".
Nah, salah kan jadinya..

So, bagi para penceramah, lebih bijaklah dalam menyampaikan sesuatu.
Anda ditonton dan menjadi panutan banyak orang.
Jika anda salah memaparkan ilmu, dan audience anda salah
mengaplikasikannya, jelas, itu merupakan ladang dosa bagi anda..

Sekali lagi, jangan bodoh ya..
Please, sudah banyak orang yang tersesat, jangan membuat suatu kesesatan lagi..

*satu lagi, gue penasaran, itu siraman rohani atau sinetron ya??*

Rumput Tetangga

Ada orang bilang, rumput tetangga memang tampak lebih hijau..
Nampak lebih hijau, nampak lebih menyenangkan untuk disirami..

Sering kali kita menganalogikan "quote" tersebut pada persoalan cinta
atau hubungan.

Memang sangat relevan, dengan asumsi, banyak pasangan yang berpaling
atau mencari "rumput" lain yang lebih hijau ketimbang rumputnya
sendiri.

Padahal, kalau dirunut lagi, hal yang terjadi adalah: kita "kurang
melihat sisi hijau" dari pasangan kita.

Begini ilustrasinya:

A punya pasangan B, C punya pasangan D.
A lihat si D begitu menarik, melebihi si B.
C lihat si B begitu menarik, melebihi si D.
A berpaling ke D, C berpaling ke B.
M punya pasangan N.
A dan C melihat N begitu menarik, melebibi B maupun D.
A dan C berusaha mendapatkan N.
Padahal, di sisi lain, M beranggapan kalau B dan D itu lebih menarik daripada N.

Nah, permasalahn jadi makin rumit bukan..

Semua itu terjadi karena kita telah mengalami penurunan rasa
"memiliki" pasangan kita.
Dalam artian, rasa syukur kita terhadap pasangan telah berkurang,
bahkan hilang, yang ada kini rasa untuk mendapatkan pasangan yang
lebih baik.
Jika itu yang terjadi, rumput tetangga selalu lebih hijau, dan itu mutlak.

Ambisi, bisa dibilang ambisilah yang berperan aktif dalam diri kita
ketika memutuskan untuk berpaling.

Kenapa ambisi?
Mari kita telaah kata kata berikut..
"Lebih mudah untuk mendapatkan sesuatu daripada mempertahankannya"

Lebih mudah mendapatkan pasangan baru daripada mempertahankan pasangan
yang sudah ada..
(Hal ini tidak berlaku bagi para Jomblo akut yang sudah sendiri selama
bertahun tahun)

Manusia tak pernah puas dalam memenuhi nafsunya.
Sudah dapat si B, masih aja ngejar si D, lantas ketika bertemu dengan
N, naluri memburu kembali membara.
Ironis ya..
Tapi begitulah manusia.

Oh ya, naluri pemburu itu tidak hanya tertanam di DNA laki laki,
perempuan pun memiliki hal yang sama, dengan besar yang sama pula.
Hanya saja, belakangan, naluri laki laki yang gemar memburu yang
terekspose, perempuan pandai menyembunyikan nalurinya.
Menyembunyikan, bukan menahan atau menghilangkan.
Mereka tetap berburu, hanya saja lebih tertutup, lebih rapi dan bahkan
lebih mematikan dalam mengejar mangsanya, dalam hal ini rumput
tetangga.

Lantas, bagaimana cara supaya kita tidak gegabah merumput di lahan
tetangga yang nampak lebih hijau?
Mudah saja sepertinya, sering seringlah sirami rumput di halaman kita
sendiri, dengan begitu, kita hanya sedikit waktu membandingkan rumput
kita dengan rumput tetangga.
Bersyukurlah setiap saat, kita telah memiliki halaman yang ditumbuhi
rumput, banyak orang di luar sana yang tak memiliki rumput, bahkan tak
berani untuk membuat halaman di mana rumput itu akan tumbuh..

The Ugly Truth, Fight and Make a Good Commitment

Love in relationship is all about sharing and caring between 2 people
who wants to protect each other by making a commitment.

It means, they (both of them) have to discuss what kind of
relationship it is, what should they do and shouldn't do, and respect
each other.
That's what we called a commitment.

Pretty simple, isn't it?

Well, the truth is, to manage and mix and match two heads ain't as
simple as flip your hand up side down.
A stupid single move can ruin the relationship.
But, a wise move will lead you to everlasting love.
It works on date or married situation.

Some couples, are so happy when they start to go steady, and they
promise to stick together no matter what forever.
They do it in the beginning of relationship.
That's great, because they've done the right movement to make a
commitment, stick together.
As the time goes by, people changing, problems appear, they have to
face the flow of relationship.
They have to manage the time for their beloved and their self.

When the first time you hang out, as a couple, you might be think that
someone beside you is the last for you, and you would do anything for
that person because your beloved deserved to get that.
You would act like someone new, just for making your beloved happy.
The person that you were be in the past is over, this is the perfect
time to start over a new life.
Yeah, that's a common knowledge.

The first time you kissed your beloved, that was the second time you
confess your love and you would die for your beloved.

Then, every time you got situation, and you make it up again, that's
the most romantic moment ever.
Got together after the last fight is the hottest moment in your relationship.
In that time, you would beg to your beloved to stay with you and make
new commitment, start over..

Those are the system of a common relationship..

But, I got a deal for you..
I just wanna ask, did you already think that moment, I mean when do
you make a commitment, over and over again?

My point is, when you are in love, it would be hard to you to think
clearly, because your head is full of someone.

Yeah, it sounds ridiculous, but this is the ugly truth.
Shit happens, guys..

When we are in a situation, such as fighting, our mind will remain clearer.
But still, there is a bit of emotional impact inside.

So, it will be easier for us to determine and divide which one is
"pros" and which one is "cons".

The ugly truth, fighting moment could make you wiser and more careful
to make a call of your relationship..

I'm Moslem but I ain't Gonna Suck The Blood




Check the picture above out, guys..
I..
I'm a moslem, but I dunno what to say, as a moslem, I won't drink
someone's blood.
That's "yuck" and of course forbidden.

Months ago, I posted about a group of people of religion that wanted
to ruin Lady Gaga's concert in Indonesia.
This time, I'm gonna posted another absurd mind of those people..

Guys, I believe that you ever watch Twilight Movie, Under World,
Resident Evil, and you know what kind of creature they are.
A vampire, dracula, zombie, monster and another blood sucker..
Yuck..
The thing is, all of them are just a movie character, they are unreal,
at least for most of people think that they just a myth.

But this time, I'm gonna present you the real blood sucker..
Here we go, please welcome..
The most famous group of people of religion in Indonesia..



Hehehehe..
Don't be shock or choke up guys..
That's real, they aren't just a movie character, they are very much real..

Well, the blood sucker action is triggered by a movie, called
"Innocence of Muslims".
I have no idea about that movie, the thing that I know is, the creator
is Nakoula Basseley and it was insulting Moslems by mocking Rasul, or
something like that..



As a moslems, we are angry because of that movie, so obviously.
And as a moslems, we have to make a move to protest it.
But, if we take a blood sucker action as a revenge, that's too much.
Let's we take it back in time, when Rasul make a move to leave the
"jahiliyah era" to the modern and smartness era.
And believe me, sucking somebody's blood is look like jahiliyah era, so uncool..
Moreover, that's the funniest idea that I ever hear so far.
So ridiculous..



They think, they are representing Rasul, and they have right to do
anything to someone else.
They are..
Ah, I dunno, I can't follow their view..
So absurd..

Well, let's carry on to the next part, I'm sick of talking about blood
sucker, I'm done..

Take a look guys..



They said, the government have to deport the American ambassador and
to call of the diplomatic relationship between Indonesia and America.

Let's see..


So, can you imagine if we cut it off??

I wanna say, even though we are in a bad position, in this case, our
Rasul was insulted, we have to think clearly, we have to take an
action, but the anarchy one is not the answer.
By cutting off the deplomatic relationship, we will got a bad time.



Like Mr. Suryadharma Ali said, "I suggest to Moslem in Indonesia won't
give a exaggerated response. The violence in the name of anything,
including religion and against anyone and by anyone is not justified".

Let's do it in the right way..
No more anarchy or violence..

source:
http://www.detik.com
http://azmuharam.blogspot.com

Jadi Laki Laki

"Elu mah enak, bisa traveling kemana mana, ambil job sana sini", kata
seorang temen perempuan..
Bener banget sih..
Tapi..
Semua itu ada konsekuensinya..

Jadi cowok..
Lu kira jadi cowok itu gampang apa?
Emang iya, ada kalanya gampang, enak dan seru, tapi ada juga sisi
suram, seram dan penuh tekanan..

Sebagai cowok, elo bisa kerja di manapun elo mau, elo bisa ditempatin
di tengah hutan, di puncak gunung atau di pulau terpencil, bahkan di
kawasan sengketa perang sekalipun..
Elo punya naluri serta "ability" untuk survive yang tinggi.
Elo ditunjang fisik yang lebih tahan banting ketimbang wanita.
Sedangkan wanita?
Agak bermasalah kalau mereka ditempatkan di daerah yang udah gue sebutin itu.
Agak bermasalah?
Jadi gini, misalkan si wanita itu datang bulan, terus dia lagi
ditempatin di hutan, mau beli pembalut di mana? Yang ada mah elo musti
pake serabut kelapa atau sejenisnya..
Itu salah satu keuntungan jadi laki laki..

Di balik kemampuan Spiderman ngeluarin jaring, dia punya tanggung
jawab gede, menjaga keamanan kota.
Di balik kemampuan Avatar mengendalikan 4 elemen, dia punya tanggung
jawab menyatukan kerajaan di bumi yang berperang setelah kerajaan api
menyerang.
Dan di balik kemampuan pria survive beserta segala abilitynya, kami,
para pria, memiliki tugas berat yang beratnya berat banget..
*tertunduk lesu*

Langsung aja..
Gue dikejar target..
Beneran cuy..
Target apa??
Yah pokoknya mah target sebagai laki laki..

Gue musti mapan sebelum melangkah..
Kalo ga cepet mapan, ya ga cepet melangkah..
Kalo ga cepet melangkah, bisa dilangkahi orang lain..

Laki laki oh laki laki..
Tanggung jawab kita itu besar cuy..
Kelak kita ga cuman berjuang menuhin perut sendiri, tapi juga perutnya
istri, dan anak anak kita..

Di sini lah seleksi alam dimulai..
Kalo elo kelamaan mapan, ya pilihan lo bakal lebih milih yang sudah mapan lah..

Sayang kita gede, cinta kita dalam, tapi finansial kita cekak..
Yah, tersingkir dari arena dong..

Sebagai orang tua, pasti ingin anak perempuannya bahagia..
Sebagai orang tua, pasti ingin putrinya menikah dengan laki laki yang
sudah mapan dari segala aspek, baik itu mental, fisik, serta
finansial.
Sudah jadi rahasia umum itu mah, dan juga, mana ada orang tua yang
ingin anaknya menderita..

Gue, gue belum mapan..
Tapi gue ga mau tersingkir begitu aja dari peta persaingan ini..

Gue sayang, cinta dan selalu bersemangat untuk bisa bersamanya.
Gue selalu berusaha mewujudkan cita cita kami.
Niat kami baik, cara kami juga baik, jadi kami berharap hasilnya juga baik.
Tapi, gue berjuang ini bukan dengan modal nekat doang.
Dengan perhitungan juga pastinya.
Emang gue berjuang hidup hidupan (bukan mati matian), tapi kalau gue
sampai di titik di mana gue harus berhenti, ya apa boleh dikata gue
harus berhenti.
Gue ga mau, dengan memaksakan kehendak, si istri malah sengsara hidup
dengan gue yang belum mapan.
Gue udah ngebawa anak orang, masak mau nyianyiain kepercayaan?
Laki macam ape lo??
Ya jadi gitu, daripada sengsara sama gue, lebih baik gue mundur dari
seleksi alam ini, demi kebaikan bersama.
Gue ga mau ngecewain si istri serta keluarga dia, gue juga ga mau
terlalu bergantung pada orang tua dan juga gue ga mau terlalu memaksa
diri dan hasilnya, gue malah terlalu terforsir pada keduniawian dan
melupakan tujuan gue menikah, demi mengisi perut kami dan menjaga atap
rumah tetap berdiri kokoh.

*ngetik postingan sambil berkaca kaca mata ini mandangin foto*

Budhe Cita ( http://www.brencia.com ) pernah bilang ke gue, pasti ada
aja rejeki setelah nikah, jangan takut kekurangan, apa lagi setelah
punya anak, ada aja rejekinya.

Well, semangat gue makin tinggi, planning gue punya anak banyak bakal
sukses ini, banyak anak banyak rejeki euy..
Hahahaha..

Tapi cuy, perkaranya adalah..
Gimana gue bisa ngeyakinin keluarga gue serta keluarga dia pastinya,
supaya mau mempersatukan cinta kami..
Keluarga gue pastilah menginginkan gue sukses dulu baru deh nikah, dan
keluarga dia jelas pengen putrinya nikah dengan seorang yang mapan.
Di situ cuy perkaranya, di situ..

Ga mungkin kan gue "bikin" dulu, terus setelah jadi dan dapat rejeki
dari anak gue, baru mengajukan proposal pembaliknamaan putrinya
menjadi istri gue..
Bisa dibuang dari rumah kalo gitu ceritanya.
Dan parahnya, pintu neraka terbuka lebar buat gue, bahkan ampe
didorong dorong masuk situ..
Naudzubillah..

Jadi, sekarang ini, gue punya misi penting..
1. Berusaha menjadi seseorang berkepribadian serta berwibawa.*

2. Berusaha meyakinkan si perempuan, orang tuanya serta orang tua gue tentunya.

Bukan tugas mudah, tapi, gue yakin, Tuhan percaya kalau gue bisa,
makanya cobaan ini ditaruhNya di hadapan gue.

Selama ada kemauan dan terus berusaha, pasti ada jalan.
Memang jalan itu ga selalu lurus dan halus, tak jarang jalan tersebut
mendaki curam, menukik tajam, berkelok, terjal, bergelombang bahkan
kita harus memanjat atau menghancurkan batu yang menghalangi.

Ya begitulah yang gue rasakan..
Faktor "U" ini..

Kalo elo punya pendapat lain?
Sok mangga ditulis di kolom komen dah..

PS: * --> berkepribadian, memiliki rumah pribadi, kendaraan pribadi
dan penghasilan pribadi yang memadahi.
Berwibawa, wibawa mobil atas nama sendiri, wibawa sertifikat rumah
atas nama sendiri.

Money and Happines


money can't buy you happines, but money can buy a camera that makes me happy..

i need money, yeah, i do..

i need money for feeding me, my crews and my gears..

i believe that you need money too, and you'll be happy when you got lots of bucks..

that's the ugly truth..

Modrus Sense and Wise

One day, 9 years old kid was asked by his friend "why don't you get
angry or revenge when he kicked you?".
The boy said "my parent told me that violence isn't a solution, and
better stay calm".
A 9 years old kid said something wise.

Couple years later, the boy was in a situation. He was blamed and
accuse as someone who broke somebody's glasses, even he did nothing of
it.
He had to replace the glasses with a new one.
He did the replacement stuff.
One day, teacher asked him why did you replace it, and you did nothing?
He said, if I didn't replace it, my friend will get angry to someone
who broke it, because, the one who broke it, didn't wanna replace it
with the new one, and I don't wanna see my friend hate each other,
because my parent said that friendship is important.
How wise he is, don't you think so?

Because of his parent, that boy could say something wise.
They teach him moral of life and sense of socialite.

As the time goes by, when the boy has to face a problem, he will turn
back his memory and try to load a story or lesson from his parent.

Yeah, he can store every sentences of his parent and restore it when he need it.

He always hear a wise words from them.
That thing makes him become wise.

Until one day...
There isn't a wise word from them anymore.

The boy life in unstable condition.
He is pushed by ambition, anger and disappoint.
And above all, he lost his guidance.

It feels like, all of his power is disappear, all of his bones are
break apart and it's all gone now..

Even the parent is still alive and around him, but they are different.

Not sure if he is change and can't receive a wise world anymore, or
the one who really change is the parent.

But for sure, the boy is lost his mind right now.
And his life is ruin, his path is all over the map..

He need them, a parent who feed him with wise words.

He is missing them.

He cries all day long..

He wonders, "am I the one who change? Am I do something wrong? What
should I do to make my mom and dad become like years ago? I miss
them."

Mom and Dad, I miss you so much..
I love you.
I'm so sorry for all of my mistakes, I promise to make you proud of
me, but, please, I need you to be more like you in years ago.

They Will Come to You


Give 'em what they need, but if you could deliver something beyond that, you've done a great job..

Then, people will come to you for what you are mastering at and won't ask you what should you do..
But, 1st of all, you have to dig 'lil deeper to know what they need and what they want even why they hire you....

#quote
#photographer

Cuman Teman Kok


Kalimat yang gue takutin dalam menjalin sebuah hubungan adalah "cuman teman kok" atau biasanya dilengkapi dengan "biar ga dikira sombong aja".

Well, kenapa?

Karena suda dua kali gue pupus gegara menyepelekan kalimat itu.
Ketika wanita mengakatakan hal macam itu, sudah saatnya elo, sebagai laki laki untuk waspada, ingat, gue bilang waspada, bukan curiga.

Waspada, dengan mencaritahu siapa si teman itu, kenapa bisa sering kontak gitu sekarang sampai gimana cara kasih tau si wanita supaya ga berhubungan dengan laki laki itu tapi tetap ga menyinggung perasaan kedua makhluk tersebut..

Oh ya, sebagai cowok juga harus mempersiapkan diri untuk mengalami kemungkinan terburuk.


ps: kenapa gue lebih suka perempuan yang kuper, pendiam dan nampak nerd, karena dia ga banyak teman laki lakinya

-picture from http://9gag.com -

Wanita Itu Menyesatkan (?)

Suatu ketika di fb si bunda, gue ngebaca "aku tidak mau mengenal wanita untuk sekarang ini, kata u****zku wanita itu menyesatkan".

What the heck??

Gue pikir "anak ini homok ya? Atau dia penah dikecewain wanita dan akhirnya jadi homok? Atau anak ini sedang mendeklarasikan ke dunia kalo dia homok?"

Ok, seketika itu gue nge-judge kalo dia homo. Homo sejati bahkan..
Tapi..
Pemikiran gue ternyata salah..
Beberapa saat kemudia dia komen ke foto temannya (perempuan) dan bilang "ih cantik banget pake baju dinas itu".

God d*mn it..

Gue salah..
Selama ini gue keliru..
Ternyata..
Ternyata dia bukan homo..
Dia itu..
Dia adalah seorang..
Dia itu seorang hermaprodit..
Najong..

Kali ini, gue ga mau bahas perkara dia homok atau hermaprodit, yang mau gue bahas adalah tentang kata kata "wanita itu menyesatkan"-nya..

Benarkah wanita itu menyesatkan?
Kalo memang wanita itu menyesatkan, kenapa elo bisa ada di dunia ini?
Jangan jangan elo lahir secara ga sengaja ketika salah satu dari orang tua lo bersin?
Ga mungkin kan??

Guys, kenapa elo anggap wanita itu menyesatkan?
Karena banyak wanita yang berpenampilan seolah memancing nafsu gitu?
Kalo itu alaasan elo, coba pikir ulang deh, mereka emang mancing nafsu lo, ato diri elo sendiri yang terpancing padahal mereka ga ngapa ngapain?
Be good sportive, man..

Terus lagi, kalo elo pikir bahwa bergaul sama cewek itu bakal membawa lo ke jalan yang sesat, itu berarti..
Itu berarti..
Itu berarti elo super duper bego, nyong..

Ah elu mah, katanya belajar di Boarding School, tapi hal simple gini aja elo ga ngerti..
Sorry ya, man..
Elo punya "titit" ga?
Kalo elo punya, berarti elo laki laki..
Kalo elo laki laki, berarti elo seorang imam..
Tugas seorang imam itu apa?
Membawa makmumnya ke jalan yang benar kan ya..
Kalo elonya yang meleset berarti elo gagal sebagai imam, gagal sebagai laki laki dan elo ga pantas membawa "pusaka" itu..
Gue harap elo segera menurunkan "pusaka" itu secara suka rela..

Banyak orang berpikir, mengenal lawan jenis pada usia muda itu menyesatkan..
Bagi gue, ga sama sekali..
Justru dengan begitu, kita bisa belajar bagaimana bersikap terhadap lawan jenis.
Kita ga bisa menyamakan cara kita bergaul sesama laki laki dengan kita bergaul dengan perempuan.
Secara, kita ga mungkin ajak temen kita cewek ngejar layangan, atau cari ikan di selokan.
Dengan cewek, kita bisa menggambar, bermusik atau bahkan berolahraga ringan.
Dan semua kegiatan itu ga membuat elo macam homok kok..
Justru kalo elo bersikap sesuai porsi kepada cewek, itu baru namanya cowok gentle..

-gentle artinya apa coba? Cowok sejati? Macho? Perkasa? You wrong, gentle itu lembut-

Gue asumsikan, elo enggan berhubungan dengan perempuan yang range usianya sama dengan elo..
Remaja atau ABG gitu kan??
Kenapa elo berpikir begitu?
Sekali lagi, gue rasa banyak sisi positif dengan kita mengenal lain jenis.

Kalo emang cewek ABG itu menyesatkan, kenapa Tuhan tidak menciptakan wanita dewasa saja? Tanpa perlu terlahir sebagai bayi..

Guys..
Gue ga bakal menikah kalo wanita itu menyesatkan..
Kenyataannya wanita itu tidak menyesatkan..
Jadi ya gue nikah sama wanita..

Mungkin, ini cuma pendapat gue lho ya, orang yang bilang kalo wanita itu menyesatkan adalah orang orang yang tidak bisa mengendalikan diri dan mengkambinghitamkan wanita atas keteledoran dirinya sendiri..

Jadi guys, perkara wanita itu menyesatkan atau tidak, sebenarnya tidak, tapi kalo lo ga ngerti gimana cara bergaul yang baik dengan lawan jenis, ya pemikiran "wanita itu menyesatkan" lah yang keluar.
Sebagai contoh, gunting itu berguna bagi manusia, tapi kalo elo gunainnya ngaco, ya bisa habis itu titit elo..

Jangan deh elo bilang wanita itu menyesatkan, karena, itu sama aja elo ga menghormati, ga menghargai ciptaan Tuhan, secara wanita itu ciptaan Tuhan, bukan oleh iblis kan..

Well, itu pendapat dan analisa gue..
Memang sih, tulisan ini ditujukan pada laki laki berpemikiran cupet..

Bagi kaum hawa, gue ada pertanyaan buat elo..
Apa elo pikir laki laki itu "penjahat kelamin"??

Send me feedback, guys..

See ya...

XoXo oCHy d'vibrator

Powered by BlackBerry®

Polisi Orang Tua dan Malin Kundang Abad Milenium

Hal apa yang pertama kali muncul di benak elo semua ketika dengar kata "Polisi"?

Hal apa yang pertama kali muncul di benak elo semua ketika dengar kata "Spiderman" atau "Power Rangers"?

Well..

Gue yakin antara kondisi pertama dan kondisi kedua memiliki jawaban yang saling kontradiksi.

Iya, gue juga mikir gitu kok.

Yang muncul di benak gue ketika dengar kata Polisi adalah "gue bakal kena masalah".

Sedangkan hal yang muncul ketika dengar kata Spiderman maupun Power Rangers adalah "syukurlah bumi punya superhero profesional yang membela rakyat".

Ketika ada kecelakaan di jalan raya, dan di situ ada polisi, apa yang elo pikirkan?

Kalo gue mikir "wah, urusan makin panjang nih".

Berbeda ketika gue ketemu Spiderman, "Untung ada Spiderman, jadi korban bisa segera diantar ke rumah sakit".

Ketika gue kecurian laptop beberapa tahun lalu di Bandung, gue berpikir untuk lapor ke polisi tentang kejadian ini.

Ketika gue diskusikan dengan pak RT, katanya malah bakal keluar duit banyak kalo urusan polisi.

What???

Lantas lagi, ketika kena penipuan transaksi online, gue niat laporin ke polisi, eh ternyata kata orang orang "itu mah buang buang duit aja".

#dafuq is this??

Kenapa gue banyak dengar cerita dan citra buruk dari suatu instansi yang seharusnya mengayomi dan melindungi kita..

Di saat seperti ini lah gue berharap Spiderman dan Power Rangers benar benar ada..

Ok..

Itu bagian pertama dari tulisan ini, lanjut ke bagian selanjutnya, tentang "Orang Tua".

Orang Tua atau "Ortu", bapak ibu kita, papa mama kita, ayah bunda kita, orang yang membesarkan dan mendidik kita, orang yang melindungi kita, orang yang menjaga kita, tempat kita berkeluh kesah, tempat kita minta uang jajan, orang yang harus kita ceritakan di depan kelas saat SD dulu, serta seseorang yang akan menangis haru ketika kita wisuda.

Ya, itu orang tua.

Gue nulis tentang orang tua, ada apa dengan orang tua gue?

Ya ga ada apa apa, mereka baik baik saja..

Cuman, gue sedang merasa "aneh" dengan hal hal yang gue alami..

Suatu ketika, gue mau liburan ke Batang.

FYI, batang itu daerah Jawa Tengah, gue perjalanan dari Semarang pake baju dan naik motor.

-kebanyakan orang nulis "gue perjalanan dari Kota X pake motor/mobil", gue pikir, elu autobots ya?? Pasti elu temennya Optimus Prime..-

Dan Semarang - Batang bukan jarak yang dekat, jendral..

Jauh jauh hari gue udah bilang sama ortu tentang rencana itu, gue udah rencana mau pake motor baru mama, secara motor tempur kesayangan gue lagi bermasalah.

Pas hari H, ada kejadian aneh..

Gue ga diijinkan pake motor mama dengan alasan "motorya masih baru".

What kind of argument was that??

Gue diskusikan dan jelaskan kondisi motor gue yang ga sehat, tapi gue gagal..

Akhirnya berjuang lah gue sama belalang tempur itu.

Sepanjang jalan gue udah ngerasa was was sama ini motor.

Dan benar aja, gue kena insiden..

Kampas rem belakang gue kebakar..

Ya, elu ga salah baca dan gue ga salah ketik, KEBAKAR..

Mateng dah kalo gini ceritanya..

Kena musibah di luar kota itu rasanya sesuatu banget.

Ketika gue lapor ke ortu tentang masalah itu, bukan solusi yang pertama gue dapat, justru omelan..

Nah lo, kenapa gue yang disalahin gini??

Gue debat lah (bukan diskusi lagi), secara ga mau disalahin gitu aja, kan gue udah kasih alasan yang valid sebelumnya..

Well, walau apapun alasan gue, pemenangnya tetap ortu, dan gue sebagai korban sekaligus terdakwa.

Itu kisah gue beberapa bulan lalu..

Tapi yang paling hot, adalah kisah gue saat tulisan ini dibuat..

Jam 1 pagi, selasa, menuju semi final liga champion.

Gue sakit..

Gue sakit karena ngisep banyak asap, debu dan polusi..

Gue batuk, dan mana pula gue ngerokok..

Ya, akhirnya gue deklarasikan gue perokok.

Jam 12, gue ngerasa lemes banget, akhirnya gue turun ke lante 1, gue mau tidur di ruang komputer aja.

Ruangan yang bebas polusi, ketimbang kamar gue yang pengap..

Pengap di sini bukan karena asap rokok, gue udah berhenti ngerokok di kamar beberapa hari lalu.

Dan gue sudah mengurangi rokok.

Next, sampe di lante 1, gue bilang ke mama kalo gue sakit.

Coba tebak, apa respon dari mama?

Ha??

Ya..

Tepat sekali..

Gue kena marah..

Yah, wajar sih gue kena marah, secara sakit ini kan akibat kesalahan gue sendiri.

Tapi kan..

Tetep aja, sebrandal brandalnya anak, kalo sakit itu pengen diperhatikan orang tua..

Coba deh, preman mana yang kalo sakit ga pengen dirawat sama ibunya?

Ga ada bos..

Preman aja gitu, apa lagi gue yang itungannya seorang yang cukup terpelajar, serta seorang tukang poto. (Iye, ga nyambung emang)

Gue mah pengen diperhatiin, dikasih solusi kek gitu, apa lagi gue lagi bengek bengeknya..

Alhasil, daripada dengerin omelan yang bikin kepala makin pusing, gue milih tidur aja.

Mama gue lantas cerita ke papa, mungkin dikira gue udah tidur ya, beliau berdua pun mengatakan sesuatu yang gue sebagai anak merasa tertohok dan berpikir "jadi selama ini gue berandal ya? padahal kan gue berusaha hidup mandiri, gue bukan acuh, tapi memang mereka juga ga bakal paham apa yang gue rasakan".

Es-Ha-I-Te...

Gue nyesel turun ke lante 1.

Mendingan gue tidur di kamar gue yang pengap tapi hati gue tenang ketimbang gue berada di tempat yang nyaman tapi pikiran gue penuh beban..

Ok, dari kedua kisah di atas, mari kita buat suatu pembelajaran..

Gue tujukan tulisan ini buat anak, orang tua serta instansi penegak hukum.

Gue ga ada maksud menjelekjelekkan pihak tertentu, dan gue pun ga berminat jadi "Malin Kundang abad Milenium".

Sebagai manusia, sebagai makhluk sosial, kita ga bisa hidup sendiri.

Kita hidup saling membutuhkan satu sama lain.

Dengan adanya seseorang selain kita di hidup ini, kita akan merasa nyaman, aman serta tenang.

Kita tinjau di lingkungan umum..

Kita emang ga bisa dapat lingkungan yang 100% aman bebas pencopetan, pemerkosaan maupun pemadaman listrik bergilir..

Hehehehe.. Bercanda bos..

Tapi walo itu semua terjadi, asal kita memiliki seseorang yang bisa jadi pelindung, hidup kita akan cukup tenang..

Karena kita percaya ada seseorang yang akan melindungi kita.

Iya ga sih?

Nah, kita analogikan di rumah, seorang anak itu belum pernah jadi dewasa sebelum oraang tuanya dewasa terlebih dahulu..

Logis ga?

Jadi orang tua lebih dulu merasakan "dewasa" sebelum anak..

Dan di situlah peran penting orang tua dalam mendidik dan mengarahkan anak..

Mereka seyogyanya memberikan lingkup keluarga yang aman nyaman serta kondusif untuk mengajarkan atau menanamkan budipekerti.

Mengintimidasi seorang anak, walau apapun alasannya itu sebuah kesalahan fatal kalo menurut gue, karena itu akan mematikan karakter anak.

Contohnya gue, setelah dengar pembicaraan ortu, gue ngerasa useless dan hanya sebagai beban doang..

Jujur gue desperate banget tadi, tapi gue berpikir, "ok, gue merasakan hal ini, sudah cukup gue aja, jangan anak anak lain, jadi orang tua harus diberitahu", makanya lahirlah tulisan ini

Dari sisi seorang anak..

Woy!!

Elu tu ya, udah dikasih duit, dikasih kebebasan memilih jalan, dikasih kesempatan mengembangkan bakat dan minat, tapi nape ga elu gubris nasehat orang tua??

Gue kasih tau ya, ga ada orang tua yang tega melihat anaknya menderita dan ga ada orang tua yang mau menjurumuskan anaknya.

Elu mah ngadunya ke bokap nyokap kalo lagi kepepet doang, eh tau ga sih lo, kalo orang tua itu pingin denger perkembangan apa saja yang diperoleh anaknya..

Yah, kesannya kayak balita aja sih, tapi percaya deh, suatu ketika elu bakal sadar kalo orang tua itu berharap elu cerita, sharing ke mereka..

Quality time for Family chit chat..

Udah ah nulisnya, kapalan jempol gue bikin postingan ini di BB..

See ya, guys...

-oCHy d'vibrator-

Special thanks to my Daddy, DR. Drs. Sugiharto Ms, my Mommy Nunuk Indah Winarni ( I dunno how to mention your titles, mom, to much I think) and last but not the least, my beloved Siti Kholifah as known as "Bunda".

Older Posts